DaisypathNext Anniversary Ticker

October 27, 2009

Kerang Saos Tiram




Sudah lumayan lama saya tidak menyentuh area dapur dan sekitarnya, bukan karena saya tidak suka memasak tetapi waktu untuk melakukan aktifitas yang satu ini sangat jarang saya peroleh. Hari Sabtu dan Minggu yang biasanya saya gunakan untuk membuat hidangan kesukaan keluarga harus berubah dengan jadwal kuliah sehingga saya hari mempunyai waktu hanya di Minggu sore. Itupun saya manfaatkan untuk istirahat sekedar me-recharge tenaga untuk beraktifitas kembali seminggu kemudian.

Beruntung sekali....., Minggu kemarin saya mendapat hari libur karena dosen mendadak tidak bisa datang. Melihat kesempatan ini dan mood untuk memasak lagi ada, langsung saya menuju dapur dan melihat bahan-bahan yang ada.

Melihat kerang yang baru dibersihkan langsung saja muncul ide untuk membuat kerang goreng seperti yang pernah saya cicipi di salah satu rumah makan di kota Bontang, ide untuk menambahkan saos tiram, muncul saat saya asyik menggorengnya di wajan. Lumayan dapat tambahan resep baru

Ini dia foto yang sempat saya ambil sebelum dihabiskan oleh anak-anak. Selamat menikmati...!



August 23, 2009

Bagaimana Menjawabnya?

Baru pulang dari sebuah kegiatan rutin hari Minggu ini, tiba-tiba saya disergap di pintu samping oleh Farrell. Dia bertanya "Kenapa suami mama, papa?.
Saya bingung kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu tetapi saya langsung menjawab,"Mama dijodohkan sama Allah dengan Papa".
Lalu Farrell bertanya lagi " Nanti Feldy istrinya siapa ?
Saya tersenyum dalam hati dan menjawab, "Wah..Mama ngga tahu Kak, memangnya kenapa?.
"Nanti Farrell dan Feldy menikah khan....kalau mama sudah tua", sambung Farrell lagi.
Ooh...ternyata pertanyaan ini berkaitan dengan penjelasan saya beberapa waktu bahwa semua orang menjadi tua, yang kecil menjadi dewasa lalu menikah dan mempunyai anak. Tanpa saya sadari penjelasan itu mungkin mengendap dipikiran Farrell dan dicernanya dengan pemikirannya sendiri sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang cerdas yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh saya akan keluar dari mulutnya.

Saya belajar satu hal lagi bahwa jawablah pertanyaan anak-anak kita dengan jujur karena bisa jadi penjelasan tersebut merupakan jalan untuk merangsang mereka berpikir dan mencari jawaban apakah jawaban tersebut memang benar menurut pemikiran mereka. Tanpa disadari mereka belajar memecahkan masalah dengan bertanya kemudian menganalisanya.

Jadi jangan abaikan pertanyaan yang keluar dari mulut anak-anak kita

August 8, 2009

Ngobrol bareng bersama Feldy dan Farrell

Dalam perjalanan Bontang - Sengata.
Feldy : "Mama, aku pengin lihat rusa"
Mama : "Rusa? Sepertinya susah Fel....adanya di dalam hutan .... gelap".
Feldy : "Kita bawa senter Ma....supaya terang"
Mama : "Banyak nyamuk Fel....nanti gatal-gatal....!
Feldy : "Bawa semprotan nyamuk.....biar nyamuknya mati....!
Mama : "Tapi nanti ada ular....Mama takut......!
Feldy : "Nanti Feldy cari kayu Ma....Feldy pukul biar ngga gigit Mama....."
Mama : (geleng-geleng kepala kehabisan akal.....)
Feldy : Iya...ma...iya...ma....ayo ma....
Mama : (menyerah...) "Iya Fel....kalo Feldy udah gede ......

Di dalam kamar.
Mama : Feldy....nanti kalo mama udah tua, mama disayang ya....
Feldy : (berteriak) Mama.....ngga boleh tua.....!!
Mama : "Loh....nanti mama jadi tua....Feldy tambah gede..."
Feldy : "Mama ngga boleh tua.....khan sudah ada datuk yang tua....
Mama : (hahaha....ketawa dalam hati.....)

Di ruang keluarga.
Farrell : "Ma, sekarang aku sudah kelas 2 khan....?
Mama : "Iya....sekarang kakak sudah kelas dua"
Farrell : "Nanti aku naik terus sampai kelas 12....khan?
Mama : "Iya....nanti kakak tambah gede......"
Farrell : "Nanti aku kuliah sama perempuan dewasa....khan? Gimana dong.....Ma?
Mama dan Papa saling melihat...... lalu kami ketawa bareng.....
Mama : "Farrell.....nanti Farrell juga jadi laki-laki dewasa....ngga terus seperti sekarang.....jadi
sekolahnya juga sama perempuan dewasa.....
(ternyata konsep tumbuh dan berkembang belum dipahami oleh si kakak.....hehehe)

Masih banyak lagi percakapan-percakapan yang selalu membuat saya terkangen-kangen ama dua jagoan saya ini......

June 27, 2009

Genap 7 Tahun Usia Anakku...!!!

Alhamdulillah.....Farrell hari ini bertambah usianya. Sebagai ibu saya teramat bangga, dan bahagia melihat segala perkembangannya. Doa saya mungkin sama seperti ibu-ibu yang lain, menginginkan dia menjadi anak yang soleh, mandiri, dan berguna bagi agama, keluarga dan bangsa.


Tidak ada perayaan sama sekali yang saya adakan, hanya tadi pagi saat Farrell bangun saya langsung mencium dan memeluknya seraya berdoa " Ya.... Allah, panjangkanlah umurku untuk bisa melihat anak-anakku besar, berilah aku ilmu sehingga bisa menjadi ibu yang baik bagi mereka, semoga anak-anakku Engkau beri keistimewaan yang bisa bermanfaat bagi agama, keluarga dan masyarakat. Amin...!!!

Menjadi seorang ibu adalah pengalaman dan pembelajaran yang tidak pernah akan terulang dalam kehidupan kita karena setiap anak yang kita miliki tidak pernah akan sama. Maka nikmatilah selagi bisa.....

June 4, 2009

Sekolah untuk anak atau mamanya ya....?

Minggu lalu saya berkunjung ke sekolah Feldy, playgroup griya Ananda. Berkunjung ke sekolah Feldy memang jarang sekali saya lakukan....apa karena dia anak kedua ya? (perhatiaan saya tidak seperti saat kakaknya sekolah). Feldy memang sangat mandiri, dia sudah bisa memakai baju sendiri sejak usia 3 tahun, semua kegiatan seperti mandi, makan, dan lain-lain biasanya tidak mau dibantu oleh orang lain. Nah, pagi itu Feldy dengan manjanya meminta saya untuk menjemputnya di sekolah. "Ma, nanti aku dijemput ya.....! katanya sebelum saya berangkat ke kantor. Lalu sayapun menyanggupi sambil mencium keningnya. Jam 11 siang saya langsung meluncur ke sekolah Feldy menggunakan motor honda tua kesayangan saya. Sesampai di sana, saya masuk dengan hati-hati agar Feldy tidak melihat saya. Sengaja ini saya lakukan agar Feldy tidak mengalihkan perhatiannya karena dia kelihatan begitu sibuk mengerjakan tugas mewarnai yang ditugaskan gurunya. Karena duduk dipojokan saya dapat melihat semua aktifitas di dalam kelas pada waktu itu. Hampir semua anak-anak balita ini ditemani oleh orang dewasa, ada yang ditemani ibunya, pengasuhnya atau neneknya. Tiba-tiba perhatian saya teralih pada seorang anak kecil berkulit putih dan berwajah tampan dengan ibunya yang cantik. Ibu ini terus memarahi anaknya jika anaknya melakukan kesalahan dalam mewarnai gambar. "Ayo...A, jangan keluar garis kalau mewarnai. "Loh, kenapa seperti ini? Cepat....dong! (diselingi cubitan kecil) Sini biar mama aja.... Nah, cepat kasih ke bu guru...! Lalu si A ini dengan langkah kecilnya berlari menuju bu guru. Adalagi yang tidak sabar sampai ibunya langsung merebut crayon anaknya dan asyik mewarnai.

Saya tersenyum dalam hati yang menimbulkan pertanyaan, sebenarnya yang bersekolah ini siapa? Anaknya atau ibunya? Sebagai orang tua terkadang kita membuat harapan yang sangat tinggi pada anak-anak kita. Inilah yang membuat setiap orang tua berkompetisi dan saling membandingkan. Kita lupa bahwa anak-anakpun memiliki cara tersendiri dalam belajar dan menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Pengalaman saya saat memiliki anak pertamapun demikian. Membandingkan dia dengan anak lain, memaksa dia untuk memiliki kemampuan yang sama dengan orang lain. Pelajaran ini saya ambil dan menjadi ilmu yang tidak akan saya lupakan disaat saya melahirkan Feldy.

Percayalah, anak-anak kita mampu untuk belajar dan akan berhasil mengatasi masalah yang mereka hadapi. Dampingi mereka, temani mereka tapi biarlah mereka mewarnai dunia mereka dengan warna-warna yang mereka pilih dan sukai.....!! (dari saya yang terus belajar....)


Lilypie 6th to 18th Ticker
Lilypie 4th Birthday Ticker